Kapalo Koto, Penjaga Luhak Nan Tuo yang Belum Miliki Dinas Kebudayaan

Menyaksikan keaslian budaya Minangkabau terasa begitu nyata saat mengunjungi Kapalo Koto, Jorong Gurun, Luhak Nan Tuo. (Foto: Ist)
Menyaksikan keaslian budaya Minangkabau terasa begitu nyata saat mengunjungi Kapalo Koto, Jorong Gurun, Luhak Nan Tuo. (Foto: Ist)

"Ini tidak hanya memberikan ruang kreatifitas bagi anak anak setempat, tapi juga bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk ekosistem pariwisata "Life Experience di Ranah Minang" atau culture trip, wisatawan bisa belajar silek tuo dan juga merasakan pengalaman demokrasi ota lapau dan architec tour bagaimana pembangunan rumah gadang yang unik dan surau tuo dan share pengalaman tukang tuo yang makin hari sudah mulai habis terkikis waktu, di samping itu juga kapalo koto akan dilengkapi dengan tanaman obat dan ramuan minangkabau, kita juga menyiapkan sanggar tari sekaligus Pokdarwis Kapalo Koto di Medan Bapaneh Maha Karya sebagai ekosistem dan pemberdayaan masyarakat,"ujar Febby yang Alumni PPRA LXIII Lemhanas RI itu.

Dt Febby berharap tentunya tanah datar sebagai Luhak Nan Tuo tidak hanya menjadi jantungnya Minangkabau tapi Luhak Nan tuo bisa menjadi Pusat Pengembangan Budaya Melayu di Asia (Brunei, Singapore Malaysia dan Patani).

"Dan ini momentum untuk pemerintahan baru kabupaten tanah datar untuk memiliki OPD Dinas Kebudayaan sendiri tidak dicampur dengan dinas lainnya. Supaya posisi Tanah Datar sebagai Luhak Nan Tuo berada tepat pada orbitnya. Apalagi Batusangkar juga dikenal sebagai kota budaya, belum lagi situs situs Cagar Budaya yang tersebar di seluruh Tanah Datar. Pemkab nya harus fokus mengurus ini dan explore warisan budaya agar pariwisata tanah datar menjadi tuan di rumahnya sendiri , bukan tampek lalu saja dan ini waktunya Kabupaten Tanah Datar terdepan untuk kebudayaan di Sumatera Barat,"ujar Dt Febby.

Editor : Redaksi
Banner JPS- Insanul KamilBanner Nindy - JPS
Bagikan

Berita Terkait
Terkini