Ia memastikan seluruh pembiayaan penanganan dan pemulihan bersumber dari anggaran pusat. Pemerintah telah mengalokasikan dana hingga Rp60 triliun secara bertahap untuk pembangunan rumah sementara, hunian tetap, serta pemulihan fasilitas umum. Seluruh kepala daerah terdampak juga menerima dukungan dana tunai sejak awal.
Selain itu, lebih dari 100 armada laut dan udara serta sekitar seribu alat berat dari Kementerian PUPR didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia. Meski puluhan jembatan dan jalan lintas kabupaten sempat terputus, pemulihan dilakukan secara bertahap hingga akses jalan dan listrik kembali tersambung.
“Petugas PLN mengangkut peralatan di tengah hujan, di atas gunung, tanpa sorotan kamera. Warga setempat ikut bekerja bahu-membahu,” tutur Teddy.
Ia mengakui bahwa penanganan belum sepenuhnya sempurna dan masih ada wilayah yang membutuhkan perhatian lebih. Namun, Teddy mengajak seluruh pihak untuk saling mendukung dan menyampaikan kebutuhan langsung kepada petugas di lapangan agar segera ditindaklanjuti.
Teddy menegaskan bahwa ribuan orang telah berjuang tanpa lelah mulai dari aparat, tenaga medis, pilot, kru pesawat, sopir logistik, relawan, hingga warga setempat demi mempercepat pemulihan.
“Gunakan pengaruh dan suara dengan bijak. Jangan menggiring opini seolah pemerintah dan petugas tidak bekerja. Yang dibutuhkan saat ini adalah kerja sama, kekompakan, dan energi positif,” pungkasnya.
Terakhir Tedy mengatakan, apapun yang dibutuhkan untuk korban bencana Sumatera, didanai pemerintah pusat. Apapun itu. Jakarta sudah hadir sejak jam pertama dengan memboyong kekuatan nasional tanpa henti.Pemerintah ternyata telah menurunkan kekuatan nasional tanpa henti sejak jam pertama bencana Sumatera. Kekuatan udara, gerak dari laut dan pasokan dari berbagai sisi di darat. Kekuatan relawan, BUMN dan badan-badan kebencanaan.
"Istana meminta rakyat Indonesia untuk bahu-membahu lagi bersama-sama pemerintah membantu Sumatera," tutupnya.
Selengkapnya klik link ini https://www.instagram.com/reel/DSe0IFBDxSP/?igsh=cjByd2gyZnUzdW41. (*)
Editor : Fix Sumbar