“Alhamdulillah, beliau sangat mendukung. Harapannya, seminar nasional ini melahirkan peta jalan pemulihan pasca-bencana yang jelas, sekaligus memperkuat mitigasi dan antisipasi bencana ke depan,” ujarnya.
Gubernur Mahyeldi merespons positif rencana tersebut dan merekomendasikan Asisten III Setda Sumbar untuk mengawal pelaksanaannya. Ia juga mengaitkan agenda seminar dengan proses finalisasi Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
“Bagus, kami sangat setuju. Ini bisa diparalelkan dengan finalisasi dokumen R3P. Pak Medi, tolong kawal dan koordinasikan dengan rekan-rekan PWI,” kata Mahyeldi.
Dalam masa transisi menuju tahap rehab-rekon, Pemprov Sumbar saat ini fokus menghimpun dan memverifikasi data kerusakan serta dampak bencana dari seluruh daerah terdampak. Data tersebut menjadi dasar penyusunan dokumen R3P yang akan diajukan ke pemerintah pusat.
Gubernur menekankan pentingnya pengawalan publik dan media agar perhatian terhadap masyarakat terdampak tidak meredup seiring berjalannya waktu.“Pemulihan total bisa memakan waktu satu hingga tiga tahun. Jangan sampai satu-dua bulan pascabencana, perhatian mengendur. Kita harus kawal bersama, termasuk memastikan komitmen pemerintah pusat benar-benar berjalan di lapangan,” ucapnya. (*)
Editor : Fix Sumbar