Sebuah sekolah lahir bukan hanya dari kebijakan negara, tetapi dari sebidang tanah yang dihibahkan dengan keyakinan bahwa pendidikan mampu mengubah nasib generasi berikutnya.
Di Ranah Minang, tanah selalu menjadi identitas. Bedanya, kali ini identitas itu tidak hanya menjaga masa lalu, tetapi ikut membangun masa depan. Ketika pusako berubah menjadi sekolah, adat membuktikan bahwa kemajuan tidak harus menghapus tradisi, ia justru tumbuh darinya. (*) Editor : Fix Sumbar