JAKARTA - PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat di sejumlah wilayah Sumatera akibat gangguan sistem kelistrikan yang terjadi sejak Jumat, (22/5/2026) malam hingga Sabtu. Gangguan tersebut berdampak pada wilayah Jambi, Sumbar, Riau, Sumut, hingga Aceh.
Direktur Utama Darmawan Prasodjo mengatakan, indikasi awal gangguan berasal dari ruas transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi. Gangguan diduga dipicu kondisi cuaca buruk yang menyebabkan sistem transmisi keluar dari jaringan kelistrikan Sumatera.
“PT PLN Persero ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang berada di Sumatera, terutama di Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh,” ujar Darmawan dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).
Gangguan Transmisi Picu Pembangkit Padam
Darmawan menjelaskan, gangguan pada sistem transmisi memicu guncangan pada sejumlah pembangkit listrik. Kondisi itu menyebabkan ketidakseimbangan beban listrik di beberapa wilayah.
Menurutnya, terdapat daerah yang mengalami kehilangan beban sehingga terjadi oversupply listrik. Dampaknya, frekuensi dan tegangan listrik meningkat drastis hingga membuat sejumlah pembangkit otomatis keluar dari sistem.“Kalau dalam istilah publik, pembangkitnya secara otomatis padam,” katanya.
PLN pun langsung mengerahkan seluruh tim untuk melakukan pemulihan sistem kelistrikan secara bertahap. Pembangkit yang dapat dinyalakan cepat, seperti pembangkit hidro dan pembangkit gas, mulai dioperasikan kembali sejak tadi malam.
Pemulihan Dilakukan Bertahap
Darmawan menyebutkan, sejumlah wilayah di Sumatera bagian selatan, tengah, hingga utara mulai kembali mendapatkan pasokan listrik. Titik-titik pemulihan terus bertambah sejak dini hari.
Editor : Fix Sumbar


