Dilema Birokrasi Parlemen Senayan: Menjaga Marwah Forum Kenegaraan

Dilema Birokrasi Parlemen Senayan: Menjaga Marwah Forum Kenegaraan
Dilema Birokrasi Parlemen Senayan: Menjaga Marwah Forum Kenegaraan

Birokrat parlemen berada di belakang panggung, tetapi pekerjaannya menentukan kualitas panggung kenegaraan. Ia bukan pemain politik, tetapi harus memahami karakter politik. Ia tidak memiliki mandat rakyat, tetapi bekerja untuk memastikan lembaga yang menerima mandat rakyat dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Maka, tugas birokrat parlemen sesungguhnya bukan sekadar mengatur acara, melainkan menjaga keseimbangan antara protokol, profesionalitas birokrasi, kebebasan politik dan marwah lembaga negara.

Itulah dilema yang sering tidak terlihat dari luar Senayan.

Birokrat harus mampu bekerja “cukup dekat untuk memahami kebutuhan politik, tetapi cukup jauh untuk tidak terseret ke dalam kepentingan politik.”

Pada akhirnya, marwah sebuah forum kenegaraan tidak ditentukan oleh lagu apa yang dimainkan, melainkan oleh kesadaran orang-orang yang berada di dalam forum tersebut.

Jika sebuah lagu membuat anggota parlemen berjoget, jangan buru-buru menyalahkan lagu.

Mungkin yang perlu dievaluasi bukan musiknya, melainkan kesadaran etik mereka yang sedang berdiri di panggung konstitusi.

Editor : Fix Sumbar
PWI SumbarHJK Padang 357 - JPSHJK Padang 357 - JPS 2HJK Padang 357 - FWP DPRD SumbarHJK Padang 357 - KI Sumbar
Bagikan

Berita Terkait
Terkini