"Wao lagi, Gambir Sumbar adalah produsen gambir terbesar dunia, lebih kurang 80–90 persen ekspor Gambir Indonesia berasal dari Sumbar, terutama Limapuluh Kota dan Payakumbuh," kata Jefri berdasarkan data resmi BPS itu.
Bahkan produk trending dunia kekinia Kopi Arabika Gayo Solok Selatan dan Agam, mulai naik daun di pasar domestik dan ekspor. Tak hanya Sumbar keseluruhan untung, justru berdampak terhadap Ekonomi Pedesaan. Lapangan Kerja.
"Karena mayoritas masyarakat desa menggantungkan hidup dari perkebunan, baik sebagai petani kecil maupun buruh. Perputaran ekonomi hasil panen jadi sumber penghasilan harian/periodik, uang pun berputar ke pasar desa, koperasi, hingga UMKM lokal," ujar Jefri Nedi.
Selain itu kata Jefri Nedi petani difasilitasi pemerintah harus baguskan lonektivitas Infrastruktur di daerah perkebunan mendorong pembangunan jalan, jembatan, listrik, dan pasar.
Kata Jefri Nedi, sudah pasti pengaruh ekspor gambir, kopi, kakao, dan minyak sawit mentah (CPO) ke India, Tiongkok, Pakistan, dan Eropa. Ekspor ini membantu neraca perdagangan daerah dan memberi pemasukan pajak/retribusi.
Walau tahu bisnis perkebunan ini ada tntangan yaitu Harga Fluktuatif di pasar dunia (sawit, karet, kakao). Terus produktivitas rendah kebun rakyat karena masih tradisional. Alih fungsi lahan dan persoalan lingkungan (khusus sawit).
Juga masih kurang hilirisasi, banyak hasil dijual mentah, belum diolah menjadi produk bernilai tinggi (contoh: minyak sawit olahan, cokelat, kopi roasted)."Jadi, sektor perkebunan sangat berpengaruh pada ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat desa. Paling top itu Sawit dan gambir, disusul karet, kakao, dan kopi. Namun, agar pengaruh ekonominya lebih besar, harus hilirisasi (pengolahan di dalam daerah) dan modernisasi pertanian sangat diperlukan," ujar Jefri.
Pengusaha nasional itu menyebutkan kalau paparan di atas bukan untuk kritikan tapi bentuk keinginan bersama ranah dan rantau majukan Sumbar dengan PE kembali di atas rata-rata PE nasional.
Bahkan dari kajian banyak pihak yang sudah teruji mengatakan, kunci pertumbuhan ekonomi (PE) Sumbar bisa lebih cepat antara lain, Hilirisasi perkebunan dan perikanan untuk menaikkan nilai tambah.
Editor : Fix Sumbar


