Dony Oskaria Ungkap Fakta Mengejutkan, Danantara Temukan 1.073 Perusahaan dalam Ekosistem BUMN

Dony Oskaria Ungkap Fakta Mengejutkan, Danantara Temukan 1.073 Perusahaan dalam Ekosistem BUMN
Dony Oskaria Ungkap Fakta Mengejutkan, Danantara Temukan 1.073 Perusahaan dalam Ekosistem BUMN

JAKARTA - Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa proses transformasi BUMN dimulai dari pendataan ulang seluruh perusahaan yang berada dalam ekosistem BUMN. Hasilnya cukup mengejutkan.

Menurut Dony, pada awal proses pendataan jumlah perusahaan BUMN yang tercatat terus berubah-ubah, mulai dari 888 perusahaan, kemudian 900, 970, 1.000, hingga akhirnya mencapai lebih dari 1.073 perusahaan.

"Artinya kita bahkan tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah perusahaan yang kita miliki. Karena ada anak perusahaan, cucu perusahaan, cicit perusahaan, dan berbagai entitas lainnya," ujar Dony Oskaria pada Podcast @BukanKalengKalengID yang tayang Rabu, (10/6/2026).

Setelah memperoleh data yang lebih akurat, Danantara melakukan evaluasi menyeluruh melalui program fundamental business review.

Seluruh perusahaan dianalisis berdasarkan standar global dengan melihat model bisnis, sumber pendapatan, struktur biaya, pangsa pasar, kemampuan organisasi, kondisi keuangan hingga tata kelola perusahaan.

Dari hasil evaluasi tersebut, Danantara membagi perusahaan-perusahaan BUMN ke dalam empat kelompok utama.

Kelompok pertama adalah perusahaan yang harus dilikuidasi.

Perusahaan dalam kategori ini dinilai sudah tidak memiliki prospek yang memadai karena kondisi keuangannya terlalu berat, aset tidak lagi mampu menutupi kewajiban, serta tidak memiliki peluang bisnis yang menjanjikan.

Kelompok kedua adalah perusahaan yang didivestasi.

Kategori ini mencakup bisnis-bisnis non-core yang masih memiliki nilai ekonomi sehingga dapat dilepas kepada investor.

Editor : Fix Sumbar
Banner JPS - Bola
Bagikan

Berita Terkait
Terkini