Contohnya adalah travel agent milik Pertamina, bisnis fiber optic milik PP, hingga Edmedica yang berada di bawah Telkom.
"Tujuannya agar perusahaan kembali fokus pada bisnis inti masing-masing," kata Dony.
Kelompok ketiga adalah perusahaan yang dikonsolidasikan.
Dalam kategori ini, perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor yang sama akan digabungkan menjadi entitas yang lebih besar dan efisien.
Salah satu contohnya adalah konsolidasi 16 perusahaan logistik menjadi satu perusahaan logistik nasional di bawah PT Pos Indonesia.
Selain sektor logistik, konsolidasi juga dilakukan pada sektor rumah sakit, hotel, sekuritas, industrial estate, asset management, dan asuransi.
Untuk sektor asuransi, sekitar 15 perusahaan yang saat ini tersebar akan digabungkan menjadi tiga perusahaan besar, yaitu life insurance, general insurance, dan credit insurance.Menurut Dony, langkah konsolidasi ini bertujuan menciptakan skala ekonomi yang lebih besar sehingga perusahaan-perusahaan BUMN mampu bersaing secara global.
"Kita desain ulang business model-nya berdasarkan benchmark internasional. Jadi bukan sekadar digabung, tetapi juga dibangun ulang agar lebih kompetitif," ujarnya.
Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya Danantara membangun BUMN yang lebih sehat, fokus, dan berkelanjutan di masa depan. (*)
Editor : Fix Sumbar