Birokrasi Parlemen Senayan: Dari Pengabdian Menuju Ujian Meritokrasi

Birokrasi Parlemen Senayan: Dari Pengabdian Menuju Ujian Meritokrasi
Birokrasi Parlemen Senayan: Dari Pengabdian Menuju Ujian Meritokrasi

Rotasi harus dapat dipertanggungjawabkan.

Konflik kepentingan harus dikelola secara terbuka.

Regenerasi harus berjalan.

Dan birokrat harus memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat profesional tanpa takut kehilangan karier.

Pada akhirnya, birokrasi adalah cermin dari kekuasaan.

Jika kekuasaan menghargai kompetensi, birokrasi akan tumbuh profesional. Jika kekuasaan menghargai integritas, birokrasi akan berani. Namun jika kekuasaan lebih menghargai kedekatan dan kenyamanan, birokrasi dapat berubah menjadi jaringan patronase.

Karena itu, pertanyaan terpenting bukan hanya siapa yang mendapatkan jabatan, tetapi mengapa seseorang mendapatkan jabatan tersebut.

Jika jawabannya kompetensi, integritas, dan prestasi, maka meritokrasi masih memiliki masa depan.

Tetapi jika jawabannya kedekatan, kenyamanan, atau kepentingan kelompok, maka birokrasi harus segera bercermin.

Sebab demokrasi tidak hanya membutuhkan wakil rakyat yang dipilih melalui pemilu. Demokrasi juga membutuhkan birokrasi yang setiap hari bekerja untuk negara.

Editor : Fix Sumbar
PWI SumbarHJK Padang 357 - JPSHJK Padang 357 - JPS 2HJK Padang 357 - FWP DPRD SumbarHJK Padang 357 - KI Sumbar
Bagikan

Berita Terkait
Terkini