Urang Awak di Ruang Mesin Republik

Urang Awak di Ruang Mesin Republik
Urang Awak di Ruang Mesin Republik

BUMN memiliki jaringan perusahaan yang sangat besar. Banyak entitas berdiri sendiri dengan arah bisnis yang saling tumpang tindih. Sejumlah perusahaan menghadapi persoalan efisiensi. Sebagian lainnya dibebani struktur organisasi yang terlalu gemuk. Di sektor konstruksi, beberapa BUMN Karya menghadapi tekanan finansial akibat proyek-proyek besar dan beban utang yang terus meningkat.

Di tengah situasi itu, Dony memilih memulai dari fondasi.

Ia terlebih dahulu memperkuat struktur internal BP BUMN melalui pelantikan pejabat Eselon I dan II. Organisasi dibangun agar memiliki kepemimpinan yang solid sebelum agenda perubahan dijalankan lebih jauh.

Setelah itu, pekerjaan besar dimulai.

Bersama Danantara, Dony menyusun peta jalan transformasi lima tahun untuk mengintegrasikan pengelolaan perusahaan-perusahaan negara. Tujuannya bukan hanya mengejar keuntungan, tetapi menciptakan ekosistem BUMN yang lebih sehat, efisien, dan mampu bersaing di tingkat global.

Salah satu langkah paling ambisius adalah program streamlining atau perampingan korporasi.

Selama bertahun-tahun, banyak BUMN berkembang dengan jaringan anak usaha hingga cucu usaha yang sangat luas. Tidak sedikit yang bergerak di bidang serupa sehingga menimbulkan tumpang tindih fungsi dan pemborosan sumber daya.

Melalui program tersebut, jumlah entitas perusahaan negara ditargetkan menyusut menjadi sekitar 250 perusahaan inti yang lebih fokus dan produktif. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 274 entitas telah berhasil ditata ulang sebagai bagian dari reformasi besar itu.

Di saat bersamaan, Dony memimpin evaluasi terhadap berbagai anak dan cucu usaha yang dinilai tidak lagi sejalan dengan bisnis utama perusahaan induk. Bersama Danantara Asset Management, proses penataan dilakukan untuk mengembalikan fokus operasional setiap BUMN kepada bidang usaha inti mereka.

Pengawasan juga diperketat.

Editor : Fix Sumbar
Bagikan

Berita Terkait
Terkini