Dr. Zukra Budi Utama
Faculty Member, BINUS University
Kecerdasan buatan semakin mengubah cara organisasi mencari dan merekrut talenta. AI dapat mengolah banyak profil kandidat, membaca riwayat pengalaman, menemukan pola, dan membantu mencocokkan kandidat dengan kebutuhan pekerjaan. Proses recruitment pun dapat menjadi lebih cepat dan efisien.
Namun, ketika AI semakin banyak digunakan untuk membantu mengambil keputusan tentang manusia, muncul pertanyaan yang lebih mendasar:
Apakah kita memahami mengapa AI merekomendasikan seorang kandidat dibandingkan kandidat lainnya?
Persoalannya bukan apakah AI dapat menemukan kandidat. Kemampuan tersebut terus berkembang. Persoalan yang lebih penting adalah apakah keputusan recruitment dapat didukung oleh evidence yang jelas, reasoning yang dapat dipahami, dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.Di sinilah recruitment perlu bergerak dari sekadar AI matching menuju keputusan berbasis evidence.
Dari Matching ke Reasoning
Pendekatan matching biasanya membandingkan profil kandidat dengan persyaratan pekerjaan, kemudian menghasilkan skor atau peringkat. Cara ini tentu bermanfaat. Namun, sebuah skor belum tentu menjelaskan bagaimana sebuah rekomendasi terbentuk.
Keputusan tentang manusia jauh lebih kompleks.
Editor : Fix Sumbar