“BUMN hadir di garis depan. HK Grup melakukan langkah darurat yang terkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur penanganan bencana,” ujar Dony.
Dony mengatakan, di Sumatera Utara, ribuan warga mengungsi di area tol. Aksi cepat tanggap di Sumatera Utara dilakukan melalui pendirian sejumlah posko darurat. Empat titik posko berdiri di Gerbang Tol Pangkalan Brandan, menampung 75 kepala keluarga dari Desa Harapan Jaya, Harapan Baru, dan Harapan Maju. Warga dari empat desa terdampak dievakuasi ke area tol untuk mendapat perlindungan sementara.
Posko pengungsian juga dibuka di Rest Area 41B Tol Binjai–Langsa yang kini menampung sekitar 1.500 pengungsi, serta di Kantor Gebang yang menampung 240 orang. Seluruh posko didukung logistik berupa makanan siap santap, obat-obatan, air mineral, family kit, pakaian, selimut, dan tenda. HK Grup terus berkoordinasi aktif dengan BPBD, Marinir, Polres, dan Satgas BUMN.
Untuk mendukung evakuasi dan pembukaan akses, alat berat dikerahkan di ruas Tarutung–Sibolga, terdiri dari 1 excavator PC200, 1 excavator PC300, 1 tangki BBM 16 KL, dan 2 wheel loader."Saat ini, area Tol Binjai–Langsa masih difungsikan sebagai posko besar dengan sekitar 940 warga yang masih mengungsi," katanya.
Editor : Fix Sumbar