Rahmah El Yunusiyyah dan Aisyah Amini: Dua Perempuan Minang, Dua Zaman, Satu Suara untuk Demokrasi yang Adil

Foto Irdam Imran

Relevansi di Era Prabowo Subianto

Dalam konteks pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang kini menekankan supremasi konstitusi dan evaluasi efektivitas sistem pemerintahan, pemikiran Aisyah Amini kembali terasa relevan.

Wacana untuk mengembalikan peran MPR RI sebagai lembaga pemilih presiden secara musyawarah bisa menjadi ruang baru bagi demokrasi Indonesia yang lebih hemat biaya, representatif, dan sesuai dengan jati diri bangsa.

“Keadilan politik bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi tentang bagaimana seluruh wilayah Indonesia mendapat ruang yang sama untuk memimpin.”

Irdam Imran.

Padang Panjang, Titik Awal Cahaya Bangsa

Dari kota kecil di kaki Gunung Marapi itu, lahir dua tokoh perempuan Minangkabau yang memberi makna bagi republik ini.

Rahmah El Yunusiyyah – pendidik dan pembentuk karakter bangsa.

Aisyah Amini – negarawati yang menjaga nurani konstitusi.

Keduanya menjadi simbol bahwa perempuan Minang bukan pelengkap sejarah, melainkan penggerak sejarah.

Banner Komintau - MenteriBanner KI sumbarBanner Nevi - HajiBanner Rahmat Hidayat - Hari BuruhBanner Rahmat Saleh - Pers
Bagikan

Opini lainnya
Terkini