Ormas Premanisme, Relawan, Ulama, dan Santri dalam Pusaran Demokrasi Elektoral dan Politik Transaksional

Ormas Premanisme, Relawan, Ulama, dan Santri dalam Pusaran Demokrasi Elektoral dan Politik Transaksional
Ormas Premanisme, Relawan, Ulama, dan Santri dalam Pusaran Demokrasi Elektoral dan Politik Transaksional

Relawan yang semestinya menjadi kekuatan partisipasi rakyat dapat berubah menjadi broker kekuasaan.

Kalau keadaan ini dibiarkan, maka pemilu tidak lagi sekadar menghasilkan mandat rakyat, tetapi juga menciptakan jaringan utang politik.

Dan utang politik pada akhirnya dibayar menggunakan sumber daya negara.

Ketika Ormas Masuk ke Ruang Kekuasaan

Hal yang sama dapat terjadi pada organisasi kemasyarakatan.

Ormas memiliki posisi strategis dalam demokrasi. Mereka dapat menjadi kekuatan penyeimbang negara dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Tetapi ketika sebuah ormas merasa memiliki hak untuk mengintimidasi, melakukan kekerasan, menguasai ruang publik atau menjadi kepanjangan tangan kepentingan politik tertentu, maka demokrasi sedang menghadapi persoalan serius.

Di sinilah istilah premanisme politik perlu dipahami secara lebih luas.

Premanisme politik bukan hanya tindakan kekerasan fisik.

Ia juga dapat berupa:

Editor : Fix Sumbar
Banner JMSI 2026
Bagikan

Berita Terkait
Terkini