Konsolidasi BUMN dan Sentuhan Humanis Dony Oskaria

Konsolidasi BUMN dan Sentuhan Humanis Dony Oskaria
Konsolidasi BUMN dan Sentuhan Humanis Dony Oskaria

Memimpin dengan Cara yang Benar

Ada jenis kepemimpinan yang tidak banyak mendapat sorotan kamera: yang tidak heroik, tidak dramatis, tetapi praktis dan benar pada saat yang bersamaan. Kepemimpinan yang tidak memperlakukan efisiensi dan empati sebagai dua hal yang harus dipertentangkan, tetapi justru menemukan titik di mana keduanya saling menguatkan.

Reformasi BUMN Indonesia masih panjang jalannya. Dari 1.077 entitas menuju 200 adalah perjalanan yang tidak selesai dalam satu keputusan, satu pernyataan, atau satu periode kepemimpinan. Namun, arah yang dipilih di titik awal ini—bahwa konsolidasi tidak harus berarti pengorbanan manusia—adalah sinyal yang layak dicatat.

Angka Rp47 triliun penghematan setelah menanggung seluruh beban gaji karyawan bukan hanya soal fiskal. Ia juga tentang apa yang kita pilih untuk tidak kita korbankan ketika pilihan lain yang lebih manusiawi ternyata tersedia.

Dalam hal itu, Dony Oskaria memberi preseden yang berharga: bahwa efisiensi negara dan keadilan bagi pekerja bukanlah dua kutub yang saling berlawanan. Mereka bisa, dan seharusnya, berjalan bersama. (*)

Editor : Fix Sumbar
Banner JPS - Bola
Bagikan

Berita Terkait
Terkini